MODUL SMP/MTs KELAS VIII

SISTEM GERAK

Petunjuk Penggunaan

Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Terpadu merupakan salah satu mata pelajaran wajib dalam kurikulum SMP/MTs sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Mata pelajaran ini sebenarnya terdiri dari Mata Pelajaran Biologi, Fisika, dan Kimia yang dijadikan satu menjadi IPA Terpadu. IPA Terpadu diajarkan pada SMP/MTs kelas VII, VIII, dan IX yang bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa-siswi bagaimana proses-proses dan kejadian yang terdapat di alam sekitar. Melalui mata pelajaran ini siswa-siswi akan mendapat kesempatan untuk mengkaji berbagai teori, proses, dan peristiwa yang terjadi di alam termasuk dalam diri manusia sendiri.

Agar tujuan pembelajaran yang telah ditentukan dapat dikuasai oleh para siswa, sebaiknya siswa-siswi diminta mempelajari modul secara berurutan, dimulai dengan modul pertama, kemudian modul kedua, dan seterusnya. Mintalah para siswa untuk mempelajari modul secara lengkap mulai dari penyajian kemudian dilanjutkan dengan mengerjakan tes formatif untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran dan penguasaan siswa-siswi terhadap materi yang disajikan dalam modul. Mintalah para siswa untuk membuat catatan-catatan kecil bila menemukan materi yang belum jelas untuk kemudian ditanyakan kepada guru pada kesempatan tatap muka. Dengan demikian siswa-siswi dapat menguasai modul ini dengan lebih baik lagi. SELAMAT BELAJAR.

Standar Kompetensi (SK)

Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia.

Kompetensi Dasar (KD)

Mendeskripsikan sistem gerak pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan.

Tujuan Pembelajaran

Tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada kegiatan belajar ini adalah sebagai berikut:

  1. Siswa dapat mendeskripsikan susunan sistem gerak tulang pada manusia.
  2. Siswa dapat mengidentifikasi macam sendi dan fungsinya.
  3. Siswa dapat mengidentifikasi dan membandingkan jenis otot pada manusia.
  4. Siswa dapat mendata contoh kelainan dan penyakit yang berkaitan dengan tulang dan otot yang biasa dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.

 

Kegiatan Belajar 1

TULANG

 I.     RANGKA

Tulang-tulang di tubuh manusia membentuk sistem rangka. Tulang-tulang yang menyusun rangka ada 2 jenis, yaitu tulang keras dan tulang rawan. Tulang keras atau tulang sejati memiliki sifat keras dan lebih banyak mengandung zat kapur. Tulang rawan merupakan tulang yang lunak, antara lain tulang yang menyusun tulang hidung, telinga, dan persendian. Tulang rawan tersusun atas kolagen protein yang liat dan kenyal serta elastin protein yang lentur. Tulang pada bayi banyak tersusun atas tulang rawan.

Fungsi rangka pada manusia adalah:

  1. Memberi bentuk dan ukuran pada tubuh.
  2. Melindungi alat-alat tubuh yang lunak seperti paru-paru, hati, otak, dan jantung.
  3. Tempat melekatnya otot dan urat (alat gerak aktif).
  4. Untuk menguatkan atau mengokohkan tubuh.
  5. Tempat untuk membuat sel-sel darah merah (sumsum tulang belakang).

Rangka pada manusia terdiri atas 3 bagian, yaitu tengkorak, anggota badan, dan anggota gerak.

1.        Tengkorak

Tengkorak terdiri atas tengkorak wajah (muka) dan tengkorak pelindung otak.

 a.      Tengkorak wajah (muka)

Tengkorak wajah terdiri atas tulang-tulang sebagai berikut.

1)      Tulang rahang atas

Tulang ini berjumlah 2 buah, merupakan tempat melekatnya gigi atas serta membatasi dinding rongga hidung.

2)      Tulang rahang bawah

Tulang rahang bawah berbentuk huruf U dengan setiap ujungnya membentuk 2 cabang. Setiap ujung cabang tersebut mempunyai bentuk menyerupai benjolan yang merupakan tempat tertanamnya gigi bawah.

3)      Tulang langit-langit

Tulang langit-langit terdiri atas 2 buah tulang yang memisahkan rongga mulut dengan rongga hidung.

4)      Tulang pipi

Tulang pipi terdiri atas 2 buah tulang. Tulang pipi bergabung dengan tulang pelipis membentuk lengkung tulang pipi dan rongga mata dari bagian samping dan bawah.

5)      Tulang pisau luku

Tulang pisau luku terdiri atas 2 buah tulang. Tulang ini merupakan bagian bawah dari sekat rongga hidung juga merupakan bagian dari tulang muka. Rongga hidung juga ditutupi dengan 2 buah tulang.

b.      Tengkorak pelindung otak

Tengkorak pelindung otak terdiri atas tulang-tulang sebagai berikut.

  1. Tulang pelipis
  2. Tulang ubun-ubun
  3. Tulang tapis
  4. Tulang dahi
  5. Tulang baji
  6. Tulang belakang kepala

2.      Tulang Badan

Tulang badan terdiri atas lima macam tulang, yaitu tulang belakang, tulang rusuk, tulang dada, tulang bahu, dan tulang panggul.

a.      Tulang belakang

Tulang belakang adalah sebuah struktur lentur yang dibentuk oleh sejumlah tulang yang disebut vertebra atau ruas tulang belakang. Tulang belakang tersusun oleh 5 jenis tulang, yaitu tulang leher, tulang punggung, tulang kelangkang, dan tulang ekor. Tulang belakang dikelompokkan dan dinamai sesuai dengan daerah yang ditempatinya (Pearce, 1985).

Bentuk tulang belakang melengkung menyerupai huruf S berfungsi untuk menjaga keseimbangan badan. Tulang leher terdiri atas 7 ruas. Ruas pertama tulang leher disebut tulang atlas, sedangkan ruas kedua dari tulang leher disebut tulang pemutar. Tulang punggung sebanyak 12 ruas, tulang pinggang 5 ruas, tulang kelangkang 5 ruas, dan tulang ekor 4 ruas. Semua ruas tulang tersebut menyusun rangka tulang belakang.

b.      Tulang rusuk

Tulang rusuk terdiri atas:

1)      Rusuk sejati

Rusuk sejati berjumlah 7 pasang. Bagian belakang dari rusuk sejati melekat pada ruas-ruas tulang punggung dan bagian depan melekat pada tulang dada.

2)      Rusuk palsu

Rusuk palsu berjumlah 3 pasang, berhubungan langsung dengan tulang belakang. Bagian depan rusuk palsu melekat pada tulang rusuk di atasnya.

3)      Rusuk melayang

Tulang rusuk melayang pada bagian belakangnya melekat pada tulang punggung, sedangkan bagian depan melayang.

c.       Tulang dada

Terdiri atas 3 bagian, yaitu bagian hulu, badan (terdiri atas tulang sejati), dan taju pedang (tersusun oleh tulang rawan). Bagian hulu merupakan tempat melekatnya tulang selangka, sedangkan bagian badan merupakan tempat melekatnya tujuh pasang tulang rusuk sejati.

d.      Tulang bahu

Tulang bahu terdiri atas:

1)      Tulang belikat, membentuk segitiga yang tipis, memiliki 2 tonjolan yang berbentuk mangkok sendi. Tonjolan yang satu disebut taju paruh gagak.

2)      Tulang selangka, berbentuk huruf S, ujung satu melekat pada tulang dada, ujung yang lain melekat pada ujung bahu.

 e.       Tulang panggul

Tulang panggul adalah penghubung antara badan dan anggota bawah (Pearce, 1985). Terdiri atas tulang usus, tulang duduk, dan tulang kemaluan.

3.      Tulang Anggota Gerak

Tulang anggota gerak terdiri atas dua bagian, yaitu tulang lengan (tulang anggota gerak atas) dan tulang kaki (tulang anggota gerak bawah).

a.      Tulang Lengan

Tulang lengan tersusun oleh:

1)      Bagian atas yang membentuk sendi peluru dengan tulang belikat.

2)      Bagian bawah yang membentuk sendi engsel dengan tulang hasta dan tulang pengumpil.

3)      Tulang hasta yang membentuk tulang lengan bawah.

4)      Tulang pangkal tangan yang merupakan rangka pergelangan tangan. Tulang pangkal tangan ini berjumlah 8 buah.

5)      Tulang tapak tangan berjumlah 5 buah.

6)      Tulang ruas-ruas jari tangan sebanyak 14 buah. Antara ruas satu dengan yang lain dihubungkan dengan sendi engsel sehingga bisa ditekuk dan digerak-gerakkan.

 b.      Tulang kaki

Tulang kaki terdiri atas:

1)      Tulang paha yang pada bagian atasnya membentuk seperti tombol dan membentuk sendi peluru dengan tulang panggul.

2)      Tulang kering, ukurannya besar dan kuat membentuk sendi engsel dengan tulang paha serta mempunyai tonjolan pada ujung bagian bawahnya yang disebut dengan mata kaki dalam.

3)      Tulang betis, terdapat di belakang tulang kering. Pada bagian bawah tulang terdapat mata kaki luar. Tulang betis berfungsi sebagai tempat melekatnya otot kaki.

4)      Tempurung lutut (patella) merupakan bagian dari tungkai.

5)      Tulang pangkal kaki, berjumlah 7 buah. Tulang pangkal kaki ini antara satu dengan lainnya dihubungkan oleh jaringan pengikat yang membentuk suatu susunan. Tulang yang terbesar berguna untuk tulang loncat dan tulang tumit.

6)      Tulang tapak kaki, sebanyak 5 buah membentuk telapak kaki.

7)      Ruas-ruas jari kaki, tersusun dari 14 ruas tulang.

Tulang-tulang kerangka diklasifikasikan sesuai dengan bentuk dan formasinya (Pearce, 1985):

  1. Tulang panjang atau tulang pipa, yaitu setiap tulang terdiri atas bagian batang dan dua bagian ujung. Dijumpai pada tulang anggota gerak.
  2. Tulang pendek, contohnya pada tulang-tulang telapak tangan dan telapak kaki.
  3. Tulang pipih, terdiri atas dua lapisan jaringan tulang keras dengan di tengahnya lapisan tulang seperti spons. Dijumpai pada tulang tengkorak, tulang rusuk, dan tulang belikat.
  4. Tulang tak beraturan, adalah tulang yang tidak dapat dimasukkan dalam salah satu dari ketiga kelas tadi. Contohnya tulang belakang dan tulang wajah.
  5. Tulang sesamoid, termasuk kelompok lain.Contohnya tulang tempurung lutut.

II.    SENDI

Sendi, atau persambungan atau artikulasio adalah istilah yang digunakan untuk menunjuk pertemuan antara dua atau beberapa tulang dari kerangka (Pearce, 1985). Menurut sifat geraknya, sendi dibedakan menjadi 3 macam, yaitu sendi mati, sendi kaku, dan sendi gerak.

 a.      Sendi mati (sinartrosis), yaitu persendian yang tidak dapat digerakkan karena terbentuk dari hubungan antartulang yang erat. Contoh: Persendian pada tulang tengkorak dan gelang panggul.

b.      Sendi kaku (amfiartrosis), yaitu persendian yang memungkinkan terjadinya sedikit gerakan. Contoh: Persendian pada tulang pergelangan tangan dan kaki, persendian antara tulang rusuk dan tulang dada.

c.       Sendi gerak (diartrosis), yaitu persendian yang memungkinkan terjadinya gerakan yang lebih bebas. Pada kedua ujung tulang yang saling berhubungan terbentuk rongga sendi yang berisi minyak sendi (cairan sinovial). Minyak sendi dihasilkan oleh membran sinovial yang melapisi persendian.

Berdasarkan arah geraknya, sendi bergerak dapat dibedakan menjadi 5 macam, yaitu:

a.      Sendi peluru, yaitu persendian yang memungkinkan gerakan ke segala arah. Contoh: Persendian antara tulang paha dengan tulang gelang panggul.

 b.      Sendi engsel, yaitu persendian yang memungkinkan terjadinya gerakan satu arah. Contoh: Persendian pada siku.

c.       Sendi putar, yaitu persendian yang memungkinkan terjadinya gerakan memutar.

d.      Sendi geser (luncur), yaitu persendian yang memungkinkan terjadinya gerakan bergeser. Contoh: Persendian pada tulang-tulang pergelangan tangan dan pada ruas-ruas tulang belakang.

e.       Sendi pelana, yaitu persendian yang memungkinkan terjadinya gerak dua arah atau gerakan seperti orang naik kuda. Contoh: Persendian antara tulang ibu jari dan tulang telapak tangan.

Rangkuman

  1. Tulang-tulang yang menyusun rangka ada 2 jenis, yaitu tulang keras dan tulang rawan.
  2. Tulang keras atau tulang sejati memiliki sifat keras dan lebih banyak mengandung zat kapur. Tulang rawan merupakan tulang yang lunak tersusun atas kolagen protein yang liat dan kenyal serta elastin protein yang lentur.
  3. Tulang-tulang pada manusia membentuk sistem rangka, yang berfungsi antara lain memberi bentuk tubuh, melindungi organ tubuh vital, dan menegakkan tubuh.
  4. Rangka pada manusia terdiri atas 3 bagian, yaitu tengkorak, anggota badan, dan anggota gerak.
  5. Tulang-tulang kerangka diklasifikasikan sesuai dengan bentuk dan formasinya. Terdiri dari tulang panjang (pipa), tulang pendek, tulang pipih, tulang tak beraturan, dan tulang sesamoid.
  6. Pertemuan antara dua atau beberapa tulang dari kerangka disebut sendi (artikulasi).
  7. Menurut sifat geraknya, sendi dibedakan menjadi 3 macam, yaitu sendi mati (sinartrosis), sendi kaku (amfiartrosis), dan sendi gerak (diartrosis).
  8. Berdasarkan arah geraknya, sendi gerak dibedakan atas sendi peluru, sendi pelana, sendi engsel, sendi putar, sendi geser (luncur).
About these ads