Latest Entries »

Tes

Jawablah soal di bawah ini dengan memilih jawaban yang paling tepat!

1.  Sistem peredaran darah manusia adalah sistem peredaran darah ….

a.  tertutup dan tunggal

b.  tertutup dan ganda

c.  terbuka dan tunggal

d.  terbuka dan ganda

2.  Berikut ini adalah fungsi darah, kecuali ….

a.  Melepaskan energi dalam tubuh

b.  Merupakan alat pengangkut nutrisi

c.  Mengatur suhu tubuh

d.  Merupakan alat pertahanan tubuh

3.  Sel-sel darah manusia dibedakan menjadi ….

a.  eritrosit dan leukosit

b.  granulosit dan agranulosit

c.  eritrosit, leukosit, dan trombosit

d.  neutrofil, basosil, dan eosinofil

4.  Yang berfungsi membantu dalam proses koagulasi adalah ….

a.  eritrosit

b.  leukosit

c.  trombosit

d.  plasma darah

5.  Jantung pada manusia terbagi atas ….

a.  1 atrium dan 1 ventrikel

b.  2 atrium dan 1 ventrikel

c.  1 atrium dan 2 ventrikel

d.  2 atrium dan 2 ventrikel

6.  Katup yang memisahkan serambi kanan dan bilik kanan adalah ….

a.  katup bikuspid

b.  katup trikuspid

c.  katup semilunar aorta

d.  katup semilunar paru-paru

7.  Pembuluh darah yang menghubungkan arteriola dan venula adalah ….

a.  kapiler

b.  aorta

c.  arteri

d.  vena

8.  Sistem peredaran darah sistemik digambarkan sebagai berikut:

a.  ventrikel kanan – arteri pulmonalis – arteriola – kapiler – venula – vena pulmonalis – atrium kiri.

b.  ventrikel kiri – aorta – arteri – arteriola – kapiler – venula – vena kava – atrium kanan.

c.  ventrikel kanan – vena pulmonalis – venula – kapiler – arteriola – arteri pulmonalis.

d.  ventrikel kiri – vena kava – venula – kapiler – arteriola – arteri – aorta – atrium kanan.

9.  Golongan darah AB memiliki ….

a.  aglutinogen A dan aglutinin beta

b.  aglutinogen B dan aglutinin alfa

c.  aglutinin A dan B

d.  aglutinin alfa dan beta

10.  Penyakit mengerasnya pembuluh nadi karena timbunan lemak dan zat kapur disebut ….

a.  hemofilia

b.  leukemia

c.  sklerosis

d.  varises

 

Kunci Jawaban

  1. b
  2. a
  3. c
  4. c
  5. d
  6. b
  7. a
  8. b
  9. c
  10. c

 

Umpan Balik

  1. Sistem peredaran darah manusia adalah sistem peredaran darah tertutup dan ganda. Termasuk sistem peredaran darah tertutup karena darah manusia mengalir di dalam pembuluh darah. Dan disebut peredaran darah ganda karena darah manusia melewati jantung dua kali.
  2. Fungsi darah antara lain; merupakan alat pengangkut nutrisi, mengatur suhu tubuh, dan merupakan alat pertahanan tubuh. Melepaskan energi tubuh bukanlah fungsi darah.
  3. Sel-sel darah manusia dibedakan menjadi tiga yaitu sel darah merah/eritrosit, sel darah putih/leukosit, dan keping darah/trombosit.
  4. Yang berfungsi membantu dalam proses koagulasi adalah keping darah atau trombosit.
  5. Jantung pada manusia terbagi atas 4 ruang yaitu 2 atrium (atrium kanan dan kiri) dan 2 ventrikel (ventrikel kanan dan kiri).
  6. Katup yang memisahkan serambi kanan dan bilik kanan adalah katup trikuspid. Sedangkan katup bikuspid adalah katup yang memisahkan serambi kiri dan bilik kiri.
  7. Pembuluh darah yang menghubungkan arteriola dan venula adalah kapiler. Karena arteriola adalah pembuluh arteri terkecil dan venula adalah pembuluh vena terkecil.
  8. Sistem peredaran darah sistemik digambarkan sebagai berikut: ventrikel kiri à aorta à arteri à arteriola à kapiler à venula à vena kava à atrium kanan. Peredaran darah sistemik adalah peredaran darah yang membawa atau mengedarkan darah ke seluruh jaringan tubuh.
  9. Golongan darah AB memiliki aglutinin A dan B.
  10. Penyakit mengerasnya pembuluh nadi (arteri) karena timbunan lemak dan zat kapur disebut sklerosis.

 

Cocokkan jawaban Anda dengan Kunci Jawaban di atas. Hitunglah jawaban yang benar. Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi dalam Kegiatan Belajar.

Tingkat Penguasaan =  Jumlah jawaban benar/Jumlah soal X 100 %

Arti tingkat penguasaan: 90 % – 100 % = baik sekali

80 % – 89 %   = baik

70 % – 79 %   = cukup

< 70 %        = kurang

Apabila mencapai tingkat penguasaan 80 % atau lebih, Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar atau Modul selanjutnya. Bagus! Jika masih di bawah 80 %, Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar ini, terutama bagian yang belum dikuasai.

 

Daftar Pustaka

Campbell, Neil A., Reece, dan Mitchell. 2004. Biologi Edisi Kelima – Jilid 3. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Kimball, John W., Siti Soetarmi, dan Nawangsari Sugiri. 2005. Biologi Edisi Kelima Jilid 2. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Oswari, E. 1995. Penyakit dan Penanggulangannya. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Pearce, Evelyn C. 1985. Anatomi dan Fisiologi Manusia untuk Paramedis. Jakarta: PT Gramedia.

Wulangi, Kartolo S. 1993. Prinsip-prinsip Fisiologi Hewan. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Kegiatan Belajar 4

PENYAKIT DAN GANGGUAN PADA SISTEM PEREDARAN DARAH

 

Alat peredaran dapat mengalami gangguan atau kelainan. Biasanya disebabkan karena pola hidup yang tidak sehat, karena penyakit, kerusakan organ, atau karena faktor keturunan. Beberapa penyakit dan gangguan pada sistem peredaran darah manusia adalah sebagai berikut.

1.      Hemofilia

Hemofilia adalah penyakit kekurangan atau tidak adanya zat antihemofili sehingga darah si penderita sulit membeku. Akibatnya jika si penderita hemofilia mengalami luka pendarahan, darah akan terus mengalir dan sulit membeku.

2.      Anemia

Anemia merupakan keadaan tubuh yang kekurangan hemoglobin atau sel darah merah. Kadar hemoglobin yang rendah menyebabkan tubuh kekurangan oksigen sehingga tubuh akan terasa lesu, kepala pusing, dan muka pucat. Pendarahan yang berat juga dapat mengakibatkan anemia. Selain itu anemia dapat terjadi akibat terganggunya produksi eritrosit.

3.      Penyakit Kuning pada Bayi

Bayi yang lahir dengan kulit berwarna kekuningan dapat terjadi karena rusaknya sel-sel darah merah pada bayi tersebut.

4.      Leukemia

Leukemia adalah pertumbuhan sel-sel darah putih yang tidak normal. Jaringan yang seharusnya membentuk sel darah merah justru membentuk sel-sel darah putih. Akibatnya, jumlah sel darah putih melebihi normal sedangkan jumlah sel darah merah menurun. Leukemia disebut juga kanker darah. Banyaknya sel darah putih ini, menyebabkan sel darah putih menjadi “ganas’’. Sel darah putih ini dapat memakan sel-sel darah merah sehingga penderita dapat mengalami anemia akut.

5.      Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)

Tekanan darah tinggi juga dikenal sebagai hipertensi. Penyakit ini muncul karena adanya penyempitan pembuluh darah arteri sehingga tekanan darah menjadi meningkat. Pada beberapa kasus, tekanan darah tinggi disertai dengan gejala stroke. Selain faktor genetis, penyakit ini juga dipicu oleh pola makan yang tinggi kadar lemak dan zat kapur. Konsumsi makanan yang mengandung lemak dan zat kapur dalam kadar tinggi dapat mengakibatkan penebalan dinding pembuluh darah yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah.

6.      Tekanan Darah Rendah (Hipotensi)

Tekanan darah rendah atau hipotensi dapat disebabkan oleh keletihan. Tekanan darah rendah pada ibu hamil dapat mengakibatkan janin yang dikandung mengalami penurunan tingkat kecerdasan. Gejala tekanan darah rendah antara lain pusing, pingsan, dan tubuh lemah atau letih.

7.      Serangan Jantung

Serangan jantung, ditandai dengan sakit pada bagian dada, gelisah, pucat, dan kulit terasa dingin. Serangan jantung yang hebat dan tidak segera mendapat pertolongan dapat menimbulkan gagalnya jantung memompa darah. Faktor-faktor yang meningkatkan resiko terkena serangan jantung adalah tekanan darah tinggi,  kadar kolesterol tinggi, merokok, penyakit diabetes melitus, kegemukan, dan kurang berolahraga.

8.      Trombus dan Embolus

Trombus dan embolus merupakan penyakit terhentinya pembuluh utama yang berfungsi menghantarkan O2 ke otot jantung.  Penyakit ini terjadi karena adanya penggumpalan atau infeksi pada katup jantung sehingga katup jantung tidak dapat menutup lagi dan bocor.

9.      Sklerosis

Sklerosis merupakan penyakit mengerasnya pembuluh darah arteri karena timbunan lemak dan zat kapur. Pengerasan ini selanjutnya akan menimbulkan hipertensi. Pengendapan oleh zat lemak disebut atherosclerosis dan pengendapan oleh zat kapur disebut arteriosclerosis.

10.  Varises

Varises yaitu pelebaran pembuluh vena terutama di bagian kaki. Pada varises yang parah, pembuluh vena tampak melebar dan berkelok-kelok. Varises disebabkan oleh cacat/kerusakan pada katup vena sejak lahir. Varises juga sering terjadi karena bertambahnya beban vena akibat terlalu banyak berdiri, kehamilan, dan sebagainya. Pelebaran vena pada bagian anus disebut wasir atau ambeian.

11.  Wasir atau Ambeien

Penyakit ambeien sering dijumpai pada pria. Ambeien terjadi karena adanya pembengkakan atau pelebaran pembuluh darah pada ujung  rektum atau anus.

 

Rangkuman

  1. Gangguan pada sistem peredaran darah manusia dapat disebabkan karena beberapa faktor, diantaranya pola hidup yang tidak sehat, penyakit, kerusakan organ, atau bahkan karena faktor keturunan.
  2. Beberapa contoh penyakit dan gangguan pada sistem peredaran darah manusia antara lain; hemofilia, anemia, penyakit kuning pada bayi, leukemia, hipertensi, hipotensi, serangan jantung, trombus dan embolus, sklerosis, varises, dan wasir (ambeien).

Kegiatan Belajar 3

GOLONGAN DARAH

 

Dalam tubuh manusia terdapat 3 golongan darah utama, yaitu golongan darah AB0, golongan darah Rhesus (Rh), dan golongan darah MN (Kartolo, 1993). Salah satu sistem penggolongan darah yang banyak digunakan adalah sistem AB0. Ditinjau dari golongan ini, manusia dikelompokkan menjadi 4 golongan. Karl Landsteiner (1968–1947) adalah seorang ahli dari Austria yang menemukan cara penggolongan darah dengan sistem AB0 ini.

Penggolongan darah ini didasarkan pada kandungan aglutinogen dan aglutinin. Aglutinogen merupakan protein dalam sel darah merah yang dapat digumpalkan oleh aglutinin. Ada dua jenis aglutinogen pada darah yaitu aglutinogen A dan aglutinogen B. Aglutinin merupakan protein di dalam plasma darah yang menggumpalkan aglutinogen. Aglutinin berfungsi sebagai zat antibodi. Terdapat dua macam aglutinin yaitu aglutinin α (alfa) dan aglutinin β (beta).  Aglutinin α disebut juga serum anti A yang akan menggumpalkan aglutinogen A. Sedangkan aglutinin  β disebut juga serum anti B yang akan menggumpalkan aglutinogen B. Berdasarkan keberadaan antigen dan antibodinya,  terdapat 4 macam golongan darah. Perhatikan Tabel berikut ini.

 

Golongan darah sangat penting untuk transfusi darah. Jika seseorang mendapatkan transfusi darah yang golongan darahnya berbeda hal ini bisa menimbulkan bahaya. Sebab hal tersebut dapat menyebabkan terjadinya pembekuan atau penggumpalan darah. Golongan darah AB merupakan golongan darah yang dapat menerima transfusi dari golongan darah lain. Oleh karena itu, golongan darah AB disebut dengan resipien universal (penerima). Sebaliknya golongan darah 0 dapat menjadi donor (pemberi) untuk semua golongan darah atau golongan darah 0 disebut sebagai donor universal. Untuk lebih jelasnya perhatikan tabel berikut.

 

Dari tabel di atas nampak bahwa darah 0 dapat mendonorkan darah kepada semua golongan darah karena golongan darah 0 tidak mempunyai antigen yang dapat digumpalkan. Sebaliknya golongan darah AB dapat menerima semua golongan darah karena tidak mempunyai zat anti baik anti-A maupun anti-B. Meskipun demikian, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, sebaiknya golongan darah pendonor sama dengan golongan darah penerima.

 

Rangkuman

  1. Terdapat beberapa macam penggolongan darah pada manusia, antara lain; penggolongan darah AB0, golongan darah Rhesus (Rh), dan golongan darah MN. Penggolongan darah yang banyak digunakan adalah sistem AB0.
  2. Berdasarkan penggolongan AB0 yang ditemukan oleh Karl Landsteiner, darah manusia dibedakan menjadi darah A, B, AB, dan 0.
  3. Penggolongan darah AB0 berdasarkan pada kandungan aglutinogen dan aglutinin.
  4. Golongan darah A memiliki aglutinogen A dan aglutinin β. Golongan darah B memiliki aglutinogen B dan aglutinin α. Golongan darah AB hanya memiliki aglutinogen A dan B, sedangkan golongan darah 0 hanya memiliki aglutinin α dan β.
  5. Golongan darah penting diketahui untuk transfusi darah.

Kegiatan Belajar 2

MEKANISME PEREDARAN DARAH MANUSIA

 

Peredaran darah manusia merupakan peredaran darah tertutup karena darah mengalir dalam pembuluh darah. Selain itu darah beredar melewati jantung dua kali sehingga disebut peredaran darah ganda.

Mekanisme peredaran darah manusia terdiri dari sistem peredaran darah sistemik (peredaran darah besar) dan sistem peredaran darah pulmonalis (peredaran darah kecil). Secara singkat, skema mekanisme peredaran darah manusia yakni:

1.  Sistem peredaran darah sistemik (peredaran darah besar)

Ventrikel kiri →aorta → arteri → arteriola → kapiler → venula →  vena kava → atrium kanan.

2.  Sistem peredaran darah pulmonalis (peredaran darah kecil)

Ventrikel kanan → arteri pulmonalis→ arteriola → kapiler → venula → vena pulmonalis → atrium kiri.

 

Rangkuman

  1. Sistem peredaran darah pada manusia digolongkan sistem peredaran darah tertutup dan sistem peredaran darah ganda.
  2. Mekanisme pada peredaran darah manusia terdiri atas sistem peredaran darah besar (sistemik) dan sistem peredaran darah kecil.

MODUL SMP/MTs KELAS VIII

SISTEM PEREDARAN DARAH

Petunjuk Penggunaan

Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Terpadu merupakan salah satu mata pelajaran wajib dalam kurikulum SMP/MTs sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Mata pelajaran ini sebenarnya terdiri dari Mata Pelajaran Biologi, Fisika, dan Kimia yang dijadikan satu menjadi IPA Terpadu. IPA Terpadu diajarkan pada SMP/MTs kelas VII, VIII, dan IX yang bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa-siswi bagaimana proses-proses dan kejadian yang terdapat di alam sekitar. Melalui mata pelajaran ini siswa-siswi akan mendapat kesempatan untuk mengkaji berbagai teori, proses, dan peristiwa yang terjadi di alam termasuk dalam diri manusia sendiri.

Agar tujuan pembelajaran yang telah ditentukan dapat dikuasai oleh para siswa, sebaiknya siswa-siswi diminta mempelajari modul secara berurutan, dimulai dengan modul pertama, kemudian modul kedua, dan seterusnya. Mintalah para siswa untuk mempelajari modul secara lengkap mulai dari penyajian kemudian dilanjutkan dengan mengerjakan tes formatif untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran dan penguasaan siswa-siswi terhadap materi yang disajikan dalam modul. Mintalah para siswa untuk membuat catatan-catatan kecil bila menemukan materi yang belum jelas untuk kemudian ditanyakan kepada guru pada kesempatan tatap muka. Dengan demikian siswa-siswi dapat menguasai modul ini dengan lebih baik lagi. SELAMAT BELAJAR.

Standar Kompetensi (SK)

Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia.

Kompetensi Dasar (KD)

Mendeskripsikan sistem peredaran darah pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan.

Tujuan Pembelajaran

Tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada kegiatan belajar ini adalah sebagai berikut:

  1. Siswa dapat mendeskipsikan macam organ penyusun sistem peredaran darah pada manusia.
  2. Siswa dapat menjelaskan fungsi jantung, pembuluh darah, dan darah dalam sistem peredaran darah.
  3. Siswa dapat menjelaskan mekanisme peredaran darah pada manusia.
  4. Siswa dapat menjelaskan sistem penggolongan darah AB0.
  5. Siswa dapat mendata contoh kelainan dan penyakit pada sistem peredaran darah yang biasa dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.

 

Kegiatan Belajar 1

PEREDARAN DARAH MANUSIA

 

          Sistem peredaran darah manusia berupa sistem peredaran darah tertutup dan peredaran darah ganda. Sistem peredaran darah berfungsi untuk :

  1. Menyuplai oksigen dan sari makanan yang diabsorbsi dari sistem pencernaan ke seluruh jaringan tubuh.
  2. Membawa gas sisa berupa karbon dioksida ke paru-paru.
  3. Mengembalikan sisa metabolisme ke ginjal untuk diekskresikan.
  4. Menjaga suhu tubuh.
  5. Mendistribusikan hormon-hormon untuk mengatur fungsi sel-sel tubuh.

 

KOMPONEN SISTEM PEREDARAN DARAH MANUSIA

1.      Darah

Darah merupakan cairan tubuh yang terdapat dalam jantung dan pembuluh darah (Wulangi, 1993). Pada vertebrata, darah adalah jaringan terspesialisasi yang mencakup cairan kekuningan disebut plasma darah yang di dalamnya terkandung sel-sel darah. Sel-sel darah terdiri dari sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit) dan keping darah (trombosit). Komposisi plasma dalam darah sekitar 55%, sedangkan sel-sel darah dan trombosit sekitar 45%.

Darah mempunyai peranan sebagai berikut (Wulangi, 1993):

  1. Merupakan alat pengangkut bermacam-macam substansi, yang menyangkut respirasi, nutrisi, ekskresi, dan pengaturan hormon.
  2. Mengatur keseimbangan cairan antara darah dengan cairan jaringan.
  3. Mengatur keseimbangan pH darah.
  4. Mencegah pendarahan.
  5. Merupakan alat pertahanan tubuh.
  6. Mengatur suhu tubuh.

Bagian-bagian darah terdiri dari bagian cair berupa plasma darah dan bagian yang padat berupa sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit) dan keeping darah (trombosit).

a. Plasma darah

Plasma darah terdiri atas air (di dalamnya terlarut: sari makanan, garam mineral, hormon, enzim, protein, sisa metabolit), garam mineral (NaCl, KCl, garam pospat, dll) serta protein plasma (globulin, fibrinogen, albumin, antibodi, antitoksin, opisimin).

b.  Sel-sel darah

1)      Sel darah merah (Eritrosit)

Eritrosit memiliki jumlah rata-rata dalam tubuh sekitar 5-6 juta; berbentuk bulat, bikonkaf, dan tidak berinti, berukuran 7.5-7.7 μ ; tempat pembentukan pada endotelium sumsum tulang serta berfungsi mentranspor oksigendan karbon dioksida.

Warna eritrosit terhantung pada hemoglobin. Fungsi hemoglobin adalah membantu eritrosit mengikat oksigen. Jika eritrosit mengikat oksigen maka eritrosit akan berwarna merah. Jika oksigen telah dilepasakan, maka warnanya menjadi merah kebiruan.

2)      Sel darah putih (Leukosit)

Leukosit berukuran lebih besar daripada eritrosit. Bentuknya tidak tetap (ameboid). Besarnya bervariasi 8-15 μ, jumlahnya 6.000-11.000 tiap mm3 serta memiliki inti sel. Pembagian leukosit berdasarkan ada-tidak adanya granul/partikel terdiri dari:

  • Granulosit: Neutrofil (memfagosit atau memakan bakteri), eosinofil/asidofil (membunuh cacing parasit, menghancurkan kompleks antigen-antibodi, mencegah alergi),  dan basofil (melepas zat pencegah alergi, mengandung heparin (zat anti koagulan)
  • Agranulosit: Limfosit (mengaktifkan sistem kekebalan), dan monosit (fagositosis, berkembang menjadi makrofag)

3)      Keping-keping darah (Trombosit)

  • Berkoloni setiap keluar dari pembuluh darah atau ada luka
  • Jumlah 150000 – 400000 sel/dL
  • Membantu dalam proses pembekuan darah atau koagulasi

2.   Jantung

Jantung berada di dalam toraks, antara kedua paru-paru dan di belakang sternum, dan lebih menghadap ke kiri daripada ke kanan (Pearce, 1985). Dinding jantung terdiri dari 3 lapisan,  yaitu perikardium (lapisan terluar), miokardium (merupakan otot jantung), dan endokardium (lapisan terdalam dari dinding jantung dan merupakan bagian yang melapisi ruang jantung) (Wulangi, 1993).

Ruang jantung terdiri dari 4 ruang, yaitu atrium (serambi) kiri, atrium kanan, ventrikel (bilik) kiri, dan ventrikel kanan. Antara atrium kiri dengan kanan dan juga antara ventrikel kiri dan kanan terdapat dinding pemisah atau sekat (septum). Antara serambi kiri dengan bilik kiri terdapat katup yang disebut katup kelopak dua (bikuspid), sedangkan katup yang memisahkan serambi kanan dan bilik kanan disebut katup kelopak tiga (trikuspid). Antara bilik kiri dengan aorta juga terdapat katup semilunar aorta, sedangkan katup yang memisahkan bilik kanan dengan pembuluh nadi paru-paru disebut katup semilunar paru-paru (Wulangi, 1993).

3.   Pembuluh Darah

Macam-macam pembuluh darah:

a.  Arteri (pembuluh nadi), yaitu pembuluh darah yang membawa darah keluar dari jantung  yang terdiri dari:

1)      Arteri pulmonalis: Pembuluh nadi yang membawa darah yang kaya akan CO2 dari ventrikel kanan menuju paru-paru.

2)      Aorta: Pembuluh darah besar yang membawa darah yang kaya O2 dari ventrikel kiri menuju seluruh tubuh. Percabangan dari aorta adalah arteri, sedangkan arteriola adalah pembuluh nadi yang berhubungan dengan kapiler. Pada pangkal batang nadi terdapat klep berbentuk bulan sabit (katup semilunaris) yang berfungsi untuk menjaga aliran darah agar tetap searah.

b.  Vena (pembuluh balik), yaitu pembuluh darah yang membawa darah menuju ke jantung yang terdiri dari:

1)      Vena pulmonalis: Pembuluh darah yang membawa darah yang kaya O2 dari paru-paru menuju ke atrium kiri jantung.

2)      Vena kava inferior: Pembuluh darah yang membawa darah yang kaya CO2 dari bagian bawah tubuh menuju ventrikel kanan jantung.

3)      Vena kava superior: Pembuluh darah yang membawa darah yang kaya CO2 dari bagian atas tubuh menuju ventrikel kanan jantung.

c.  Pembuluh kapiler, yaitu pembuluh darah halus yang menghubungkan arteriola dengan venula. Di kapiler terjadi pertukaran O2 dari darah dengan CO2 dari jaringan. Selain itu, kapiler berfungsi untuk pertukaran cairan, makanan, hormon, dan bahan lainnya di antara plasma darah dan cairan jaringan.

Rangkuman

  1. Sistem peredaran darah manusia terdiri atas darah, jantung, dan pembuluh darah.
  2. Darah terdiri atas plasma darah dan sel-sel darah. Sel-sel darah dapat dibedakan menjadi sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan keping darah (trombosit).
  3. Jantung berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh. Dinding jantung terdiri atas tiga lapis yaitu; perikardium, miokardium, dan endikardium. Jantung pada manusia terdiri atas empat ruang yang terdiri dari dua atrium dan dua ventrikel.
  4. Pembuluh darah pada manusia secara umum dibedakan atas tiga, yaitu arteri, vena, dan kapiler.

Tes

Jawablah soal di bawah ini dengan memilih jawaban yang paling tepat!

1.  Di bawah ini termasuk dalam sistem gerak, kecuali . . . .

a. tulang

b.otot rahang

c. lidah

d. sendi

2.  Berikut ini yang bukan merupakan bentuk tulang adalah . . . .

a. tulang panjang dan tulang pipih

b. tulang pendek dan  tulang pipih

c. tulang panjang dan tulang dada

d. tulang panjang dan tulang pendek

3.  Tulang yang termasuk pada kelompok tulang belakang yaitu . . . .

a. tulang kepala, tulang leher, tulang tangan

b. tulang leher, tulang pinggang, tulang tangan

c. tulang punggung, tulang leher, tulang pinggang

d. tulang kepala, tulang pinggang, tulang kaki

4.  Tulang tengkorak merupakan tulang yang memiliki bentuk . . . .

a. tulang tidak beraturan

b. tulang pipa

c. tulang pendek

d. tulang pipih

5.  Di bawah ini adalah kelompok tulang pada tungkai, kecuali  . . . .

a. tempurung lutut

b. tulang tapak kaki

c. tulang rusuk

d. tulang kering

6.  Tulang keras tersusun dari . . . .

a. kalsium dan ligamen

b. kalsium dan sendi

c. ligamen dan kolagen

d. kolagen dan kalsium

7.  Berikut ini yang termasuk tulang rawan ialah . . . .

a. tulang pedang-pedangan

b. tulang selangka

c. ujung tulang rusuk

d. tulang paha

8.  Antara tulang yang satu dan tulang yang lainnya dihubungkan oleh . . . .

a. otot

b. rangka

c. kolagen

d. sendi

9.  Persendian antartulang yang memungkinkan pergerakan secara leluasa adalah ….

a. sinartrosis

b. sutura

c. diartrosis

d. amfiartrosis

10.  Perhatikan gambar berikut!

Gangguan yang terjadi pada  tulang di gambar merupakan akibat kebiasaan posisi duduk yang salah, kelainan  tulang tersebut disebut . . . .

a. kifosis

b. skoliosis

c. fraktura

d. lordosis

11.  Berikut adalah ciri-ciri otot  . . . .

1)  berfungsi dalam pergerakan

2)  bekerja di bawah kesadaran kita

3)  memiliki struktur gelap dan terang

a. otot polos

b. otot bisep

c. otot lurik

d. otot jantung

12.  Persamaan antara otot polos dan otot jantung ialah  . . . .

a. letak inti tersebar

b. bekerja secara tidak sadar

c. menempel pada otot rangka

d. letaknya ada pada alat gerak

13.  Tulang tidak dapat bergerak sendiri melainkan digerakkan oleh otot, sebab otot bisa . . . .

a. memanjang dan memendek

b. dilipat dan ditekuk

c. menebal dan menipis

d. mengembang dan mengkerut

14.  Apabila kamu berjalan, yang bekerja di dalam tubuhmu adalah . . . .

a. otot lurik

b. tulang kaki

c. otot polos

d. jawaban a dan b benar

15.  Berikut adalah ciri-ciri otot polos, kecuali  . . . .

a. bekerja di luar kesadaran

b. tidak terdapat bagian gelap dan terang

c. penyusun organ-organ tubuh dalam

d. bekerja di bawah kesadaran kita

16.  Pernyataan yang menggambarkan otot yang bekerja pada rahang adalah . . . .

a. Rahang digerakkan oleh otot polos.

b. Otot rahang bekerja secara sadar.

c. Otot rahang berupa otot lurik yang bekerja secara tidak sadar.

d. Rahang mempunyai gerakan peristaltik.

17.  Salah satu contoh bagian organ yang sendinya tidak bergerak adalah . . . .

a. sendi pada perbatasan antara tulang tengkorak dengan tulang belakang

b. sendi pada siku

c. sendi pada lutut

d. sendi antartulang pada tengkorak

 

Kunci Jawaban

  1. c
  2. c
  3. c
  4. d
  5. c
  6. d
  7. c
  8. d
  9. c
  10. d
  11. c
  12. b
  13. a
  14. d
  15. d
  16. b
  17. d

Umpan Balik

  1. Sistem gerak yang telah dipelajari meliputi tulang, hubungan antartulang (sendi), dan otot. Jadi, yang tidak termasuk dalam sistem gerak adalah lidah.
  2. Tulang berdasarkan bentuknya dibedakan menjadi tulang panjang, tulang pendek, tulang pipih, tulang tak beraturan, dan tulang sesamoid. Tulang dada adalah nama tulang bukan jenis tulang.
  3. Tulang belakang tersusun atas 5 macam yaitu; tulang leher, tulang punggung, tulang pinggang, tulang kelangkang, dan tulang ekor.
  4. Tulang tengkorak merupakan tulang-tulang yang berbentuk pipih. Selain itu tulang pipih lainnya misalnya tulang rusuk dan tulang belikat.
  5. Tulang rusuk bukan merupakan tulang pada tungkai atau alat gerak, melainkan tulang pada bagian badan.
  6. Kolagen dan kalsium merupakan penyusun tulang keras.
  7. Yang termasuk tulang rawan ialah ujung tulang rusuk, yaitu pada pertemuannya dengan tulang dada. Oleh karena itu, rongga dada dapat mengembang dan mengecil.
  8. Antara tulang yang satu dan tulang yang lainnya dihubungkan oleh sendi atau artikulasi.
  9. Persendian antartulang yang memungkinkan pergerakan secara leluasa disebut diartrosis. Sinartrosis merupakan sendi mati yang tidak memungkinkan adanya gerak, seperti sutura. Amfiartrosis atau sendi kaku, hanya memungkinkan sedikit gerakan.
  10. Kelainan tulang belakang pada gambar adalah lordosis bukan kifosis atau skoliosis. Lordosis adalah kelainan tulang belakang yang berlebihan ke arah depan di bagian pinggang. Adapun fraktura adalah gangguan yang berupa patah tulang.
  11. Ciri-ciri otot tersebut adalah ciri-ciri otot yang dimiliki oleh otot lurik (otot rangka). Karena otot polos maupun otot jantung tidak bekerja di bawah keadaran kita. Adapun otot bisep tidak termasuk dalam ketiga jenis otot berdasarkan sel penyusunnya.
  12. Persamaan antara otot polos dan otot jantung adalah bekerja secara tidak sadar atau di bawah kesadaran kita.
  13. Tulang tidak dapat bergerak sendiri melainkan digerakkan oleh otot = alat gerak pasif, sebab otot memiliki kemampuan untuk memanjang dan memendek.
  14. Apabila kamu berjalan, yang bekerja di dalam tubuhmu adalah tulang pada kaki (tungkai bawah) bersama dengan otot lurik (otot rangka). Tulang sebagai alat gerak pasif dan otot lurik sebagai alat gerak aktif. Otot polos sendiri ditemui pada organ-organ dalam misalnya pembuluh darah dan saluran pencernaan.
  15. Ciri-ciri otot polos yaitu bekerja di luar kesadaran, tidak terdapat bagian gelap dan terang, dan ditemui pada organ-organ tubuh dalam. Jawaban yang tidak tepat adalah bekerja di bawah kesadaran, karena merupakan ciri khas yang dimiliki oleh otot lurik.
  16. Jawaban yang tepat adalah otot rahang bekerja secara sadar karena termasuk ke dalam otot lurik (otot rangka).
  17. Contoh persendian yang tidak memungkinkan adanya gerakan adalah sendi antartulang pada tengkorak karena sendi ini tergolong ke dalam sinartrosis (sendi mati). Sendi ini tidak memungkinkan adanya gerakan karena berfungsi melekatkan tulang-tulang tengkorak untuk melindungi organ vital.

 

Cocokkan jawaban Anda dengan Kunci Jawaban di atas. Hitunglah jawaban yang benar. Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi dalam Kegiatan Belajar.

Tingkat Penguasaan = Jumlah jawaban benar/Jumlah soal X 100 %

Arti tingkat penguasaan: 90 % – 100 % = baik sekali

80 % – 89 %   = baik

70 % – 79 %   = cukup

< 70 %        = kurang

Apabila mencapai tingkat penguasaan 80 % atau lebih, Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar atau Modul selanjutnya. Bagus! Jika masih di bawah 80 %, Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar ini, terutama bagian yang belum dikuasai.

 

Daftar Pustaka

Campbell, Neil A., Reece, dan Mitchell. 2004. Biologi Edisi Kelima – Jilid 3. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Kimball, John W., Siti Soetarmi, dan Nawangsari Sugiri. 2005. Biologi Edisi Kelima Jilid 2. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Oswari, E. 1995. Penyakit dan Penanggulangannya. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Pearce, Evelyn C. 1985. Anatomi dan Fisiologi Manusia untuk Paramedis. Jakarta: PT Gramedia.

Wulangi, Kartolo S. 1993. Prinsip-prinsip Fisiologi Hewan. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Kegiatan Belajar 3

PENYAKIT DAN GANGGUAN PADA SISTEM GERAK

 

Riketsia

Riketsia terjadi karena kekurangan vitamin D yang membantu penyerapan kalsium dan fosfor dari darah hingga pengerasan tulang. Penyakit ini terjadi pada anak. Riketsia menyebabkan tulang kaki tumbuh membengkok. Penyembuhan dan pencegahan dari penyakit ini adalah dengan penambahan kalsium, fosfor, dan vitamin D ke dalam diet. Vitamin D bisa didapat dengan berjemur di panas matahari.

Osteoporosis

Osteoporosis disebabkan karena kekurangan mineral. Cobalah ingat kembali macam mineral penyusun tulangmu! Osteoporosis umumnya terjadi pada orang dewasa. Orang tua biasanya menghasilkan lebih sedikit hormon, sehingga osteoblast sebagai pembentuk tulang kurang aktif, dan massa tulangpun jadi berkurang. Tulang yang kekurangan mineral menjadi rapuh dan mudah patah.

Fraktura (patah tulang)

Meskipun kuat dan lentur, tulang-tulang bisa patah. Patahnya tulang disebut fraktura. Fraktura tertutup terjadi jika tulang patah tetapi bagian ujung yang patah tidak menembus kulit. Fraktura terbuka terjadi jika ujung tulang yang patah keluar menembus kulit. Dalam masa penyembuhan, ujung patahan tulang harus saling ditempelkan. Periosteum akan membuat sel-sel tulang baru. Jaringan tulang baru yang tebal (disebut kalus) terbentuk di sekitar patahan menutup keretakan. Jaringan yang bertambah tebal tersebut hilang saat tulang kembali ke bentuk semula dengan bantuan osteoklast. Penyembuhan patah atau retaknya tulang selalu dibantu dengan pembalut agar tidak mudah bergeser.

Artritis

Artritis adalah penyakit sendi. Penderita penyakit ini mempunyai tulang rawan sendi yang rusak. Kerusakan ini menyebabkan sendi menjadi sakit dan bengkok. Kadang kadang sendi yang terkena artritis tidak dapat digerakkan. Rematik adalah salah satu bentuk artritis. Sebab terjadinya artritis belum diketahui dengan pasti. Menghindari infeksi yang akut dan mengonsumsi makanan yang seimbang mengurangi terjadinya artritis.

Lordosis, Kifosis, dan Skoliosis

Tulang belakang normal manusia tidak lurus benar. Dilihat dari samping, susunan tulang belakang membentuk beberapa lengkungan. Di bagian dada, tulang belakang membentuk lengkungan cembung menghadap belakang. Di bagian pinggang, susunan tulang belakang membentuk lengkungan cembung menghadap depan. Tulang belakang bisa mengalami kelainan. Tiga kelainan tulang belakang yang umum terjadi adalah lordosis, kifosis, dan skoliosis.

a.      Lordosis

Lordosis merupakan kelainan dengan melengkungnya tulang belakang yang berlebihan ke arah depan di bagian pinggang. Orang yang mengalami kelainan ini pinggangnya terlihat lebih menonjol ke depan. Lordosis bisa disebabkan karena perut penderita yang terlalu besar (misalnya karena hamil atau kegemukan), riketsia, atau karena kebiasaan yang salah.

 

b.      Kifosis

Kifosis merupakan kelainan dengan melengkungnyatulang belakang yang berlebihan di bagian dada ke arah belakang. Penderita kifosis tubuhnya terlihat bungkuk. Kifosis bisa disebabkan karena, penyakit (misalnya TBC dan riketsia) atau kebiasaan duduk yang salah.

c.       Skoliosis

Skoliosis adalah melengkungnya tulang belakang ke arah samping. Skoliosis bisa disebabkan oleh polio atau kebiasaan duduk atau berposisi yang salah.

Rangkuman

  1. Sistem gerak manusia yang terdiri atas tulang dan otot juga dapat memiliki penyakit atau gangguan.
  2. Contoh penyakit atau gangguan pada sistem gerak manusia antara lain; riketsia, osteoporosis, fraktura (patah tulang), dan artritis.
  3. Gangguan yang juga sering terjadi adalah pada tulang belakang. Kelainan ini dibedakan menjadi tiga, yaitu lordosis, kifosis, dan skoliosis.

Kegiatan Belajar 2

OTOT

Otot memegang peranan penting di dalam sistem gerak. Fungsi otot adalah untuk menggerakkan bagian-bagian tubuh. Oleh karena itu, otot disebut sebagai alat gerak aktif. Otot berupa jaringan yang bersifat elastis, terdiri atas sel-sel yang disebut serabut otot. Lebih dari 600 otot tubuh merupakan 40 % dari bobot tubuh kita. Berdasarkan atas sel-sel penyusunnya, otot dibagi menjadi 3 macam, yaitu:

a.      Otot lurik

Otot lurik (striated muscle) atau disebut juga otot rangka pertanggung jawab atas pergerakan tubuh secara sadar. Disebut otot lurik karena pengaturan filamennya yang tumpang-tindih sehingga memberikan sel-sel itu terlihat berlurik atau bergaris di bawah mikroskop (Campbell, 2004). Otot lurik melekat pada rangka sehingga ada yang menyebutnya otot rangka, misalnya otot lengan, otot paha, otot perut, dan sebagainya.

Serabut otot lurik berkelompok menjadi satu membentuk fasikulus, masing-masing fasikulus ini diselubungi oleh jaringan ikat yang disebut perimisium. Jaringan ikat yang menyelubungi serabut otot lurik disebut endomisium, sedangkan otot lurik diselubungi oleh suatu lapisan yang disebut epimisium (Wulangi, 1993).

b.      Otot polos

Otot polos (smooth muscle), dinamai demikian karena otot ini tidak memiliki penampangan yang berlurik. Sel-selnya berbentuk gelendong dan tersusun dalam lembaran. Setiap serabut otot polos adalah sel tunggal dengan satu nukleus (Kimball, 2005). Otot ini berkontraksi lebih lambat dibandingkan dengan otot rangka, tetapi dapat berkontraksi dalam jangka waktu yang lebih lama. Otot polos ditemukan pada dinding saluran pencernaan, kandung kemih, arteri, dan organ internal lainnya. Otot polos bertanggung jawab atas aktivitas tubuh tidak sadar, seperti gerakan lambung dan penyempitan arteri (Campbell, 2004).

c.       Otot jantung

Otot jantung (cardiac muscle) membentuk dinding kontraktil jantung. Otot ini tampak bergaris seperti otot lurik (Campbell, 2004). Gerakannya adalah secara tidak sadar. Otot jantung bekerja secara teratur, tidak cepat lelah, dan tidak mengikuti kehendak kita. Otot jantung, berbeda dengan otot lurik, mempunyai periode refraktori yang lebih lama daripada periode relaksasi. Karena itu tidak mungkin ada tetanus (Kimball, 2005).

Ada 4 sifat jaringan otot, yaitu (Wulangi 1993):

  1. Kemampuan menegang
  2. Kemampuan memanjang
  3. Elastisitas (kekekanyalan)
  4. Iritabilitas (kepekaan terhadap rangsangan)

 

Rangkuman

  1. Fungsi otot adalah sebagai alat gerak aktif atau menggerakkan alat-alat tubuh.
  2. Berdasarkan atas sel-sel penyusunnya otot dibedakan atas otot rangka (otot lurik), otot polos, dan otot jantung.

MODUL SMP/MTs KELAS VIII

SISTEM GERAK

Petunjuk Penggunaan

Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Terpadu merupakan salah satu mata pelajaran wajib dalam kurikulum SMP/MTs sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Mata pelajaran ini sebenarnya terdiri dari Mata Pelajaran Biologi, Fisika, dan Kimia yang dijadikan satu menjadi IPA Terpadu. IPA Terpadu diajarkan pada SMP/MTs kelas VII, VIII, dan IX yang bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa-siswi bagaimana proses-proses dan kejadian yang terdapat di alam sekitar. Melalui mata pelajaran ini siswa-siswi akan mendapat kesempatan untuk mengkaji berbagai teori, proses, dan peristiwa yang terjadi di alam termasuk dalam diri manusia sendiri.

Agar tujuan pembelajaran yang telah ditentukan dapat dikuasai oleh para siswa, sebaiknya siswa-siswi diminta mempelajari modul secara berurutan, dimulai dengan modul pertama, kemudian modul kedua, dan seterusnya. Mintalah para siswa untuk mempelajari modul secara lengkap mulai dari penyajian kemudian dilanjutkan dengan mengerjakan tes formatif untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran dan penguasaan siswa-siswi terhadap materi yang disajikan dalam modul. Mintalah para siswa untuk membuat catatan-catatan kecil bila menemukan materi yang belum jelas untuk kemudian ditanyakan kepada guru pada kesempatan tatap muka. Dengan demikian siswa-siswi dapat menguasai modul ini dengan lebih baik lagi. SELAMAT BELAJAR.

Standar Kompetensi (SK)

Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia.

Kompetensi Dasar (KD)

Mendeskripsikan sistem gerak pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan.

Tujuan Pembelajaran

Tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada kegiatan belajar ini adalah sebagai berikut:

  1. Siswa dapat mendeskripsikan susunan sistem gerak tulang pada manusia.
  2. Siswa dapat mengidentifikasi macam sendi dan fungsinya.
  3. Siswa dapat mengidentifikasi dan membandingkan jenis otot pada manusia.
  4. Siswa dapat mendata contoh kelainan dan penyakit yang berkaitan dengan tulang dan otot yang biasa dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.

 

Kegiatan Belajar 1

TULANG

 I.     RANGKA

Tulang-tulang di tubuh manusia membentuk sistem rangka. Tulang-tulang yang menyusun rangka ada 2 jenis, yaitu tulang keras dan tulang rawan. Tulang keras atau tulang sejati memiliki sifat keras dan lebih banyak mengandung zat kapur. Tulang rawan merupakan tulang yang lunak, antara lain tulang yang menyusun tulang hidung, telinga, dan persendian. Tulang rawan tersusun atas kolagen protein yang liat dan kenyal serta elastin protein yang lentur. Tulang pada bayi banyak tersusun atas tulang rawan.

Fungsi rangka pada manusia adalah:

  1. Memberi bentuk dan ukuran pada tubuh.
  2. Melindungi alat-alat tubuh yang lunak seperti paru-paru, hati, otak, dan jantung.
  3. Tempat melekatnya otot dan urat (alat gerak aktif).
  4. Untuk menguatkan atau mengokohkan tubuh.
  5. Tempat untuk membuat sel-sel darah merah (sumsum tulang belakang).

Rangka pada manusia terdiri atas 3 bagian, yaitu tengkorak, anggota badan, dan anggota gerak.

1.        Tengkorak

Tengkorak terdiri atas tengkorak wajah (muka) dan tengkorak pelindung otak.

 a.      Tengkorak wajah (muka)

Tengkorak wajah terdiri atas tulang-tulang sebagai berikut.

1)      Tulang rahang atas

Tulang ini berjumlah 2 buah, merupakan tempat melekatnya gigi atas serta membatasi dinding rongga hidung.

2)      Tulang rahang bawah

Tulang rahang bawah berbentuk huruf U dengan setiap ujungnya membentuk 2 cabang. Setiap ujung cabang tersebut mempunyai bentuk menyerupai benjolan yang merupakan tempat tertanamnya gigi bawah.

3)      Tulang langit-langit

Tulang langit-langit terdiri atas 2 buah tulang yang memisahkan rongga mulut dengan rongga hidung.

4)      Tulang pipi

Tulang pipi terdiri atas 2 buah tulang. Tulang pipi bergabung dengan tulang pelipis membentuk lengkung tulang pipi dan rongga mata dari bagian samping dan bawah.

5)      Tulang pisau luku

Tulang pisau luku terdiri atas 2 buah tulang. Tulang ini merupakan bagian bawah dari sekat rongga hidung juga merupakan bagian dari tulang muka. Rongga hidung juga ditutupi dengan 2 buah tulang.

b.      Tengkorak pelindung otak

Tengkorak pelindung otak terdiri atas tulang-tulang sebagai berikut.

  1. Tulang pelipis
  2. Tulang ubun-ubun
  3. Tulang tapis
  4. Tulang dahi
  5. Tulang baji
  6. Tulang belakang kepala

2.      Tulang Badan

Tulang badan terdiri atas lima macam tulang, yaitu tulang belakang, tulang rusuk, tulang dada, tulang bahu, dan tulang panggul.

a.      Tulang belakang

Tulang belakang adalah sebuah struktur lentur yang dibentuk oleh sejumlah tulang yang disebut vertebra atau ruas tulang belakang. Tulang belakang tersusun oleh 5 jenis tulang, yaitu tulang leher, tulang punggung, tulang kelangkang, dan tulang ekor. Tulang belakang dikelompokkan dan dinamai sesuai dengan daerah yang ditempatinya (Pearce, 1985).

Bentuk tulang belakang melengkung menyerupai huruf S berfungsi untuk menjaga keseimbangan badan. Tulang leher terdiri atas 7 ruas. Ruas pertama tulang leher disebut tulang atlas, sedangkan ruas kedua dari tulang leher disebut tulang pemutar. Tulang punggung sebanyak 12 ruas, tulang pinggang 5 ruas, tulang kelangkang 5 ruas, dan tulang ekor 4 ruas. Semua ruas tulang tersebut menyusun rangka tulang belakang.

b.      Tulang rusuk

Tulang rusuk terdiri atas:

1)      Rusuk sejati

Rusuk sejati berjumlah 7 pasang. Bagian belakang dari rusuk sejati melekat pada ruas-ruas tulang punggung dan bagian depan melekat pada tulang dada.

2)      Rusuk palsu

Rusuk palsu berjumlah 3 pasang, berhubungan langsung dengan tulang belakang. Bagian depan rusuk palsu melekat pada tulang rusuk di atasnya.

3)      Rusuk melayang

Tulang rusuk melayang pada bagian belakangnya melekat pada tulang punggung, sedangkan bagian depan melayang.

c.       Tulang dada

Terdiri atas 3 bagian, yaitu bagian hulu, badan (terdiri atas tulang sejati), dan taju pedang (tersusun oleh tulang rawan). Bagian hulu merupakan tempat melekatnya tulang selangka, sedangkan bagian badan merupakan tempat melekatnya tujuh pasang tulang rusuk sejati.

d.      Tulang bahu

Tulang bahu terdiri atas:

1)      Tulang belikat, membentuk segitiga yang tipis, memiliki 2 tonjolan yang berbentuk mangkok sendi. Tonjolan yang satu disebut taju paruh gagak.

2)      Tulang selangka, berbentuk huruf S, ujung satu melekat pada tulang dada, ujung yang lain melekat pada ujung bahu.

 e.       Tulang panggul

Tulang panggul adalah penghubung antara badan dan anggota bawah (Pearce, 1985). Terdiri atas tulang usus, tulang duduk, dan tulang kemaluan.

3.      Tulang Anggota Gerak

Tulang anggota gerak terdiri atas dua bagian, yaitu tulang lengan (tulang anggota gerak atas) dan tulang kaki (tulang anggota gerak bawah).

a.      Tulang Lengan

Tulang lengan tersusun oleh:

1)      Bagian atas yang membentuk sendi peluru dengan tulang belikat.

2)      Bagian bawah yang membentuk sendi engsel dengan tulang hasta dan tulang pengumpil.

3)      Tulang hasta yang membentuk tulang lengan bawah.

4)      Tulang pangkal tangan yang merupakan rangka pergelangan tangan. Tulang pangkal tangan ini berjumlah 8 buah.

5)      Tulang tapak tangan berjumlah 5 buah.

6)      Tulang ruas-ruas jari tangan sebanyak 14 buah. Antara ruas satu dengan yang lain dihubungkan dengan sendi engsel sehingga bisa ditekuk dan digerak-gerakkan.

 b.      Tulang kaki

Tulang kaki terdiri atas:

1)      Tulang paha yang pada bagian atasnya membentuk seperti tombol dan membentuk sendi peluru dengan tulang panggul.

2)      Tulang kering, ukurannya besar dan kuat membentuk sendi engsel dengan tulang paha serta mempunyai tonjolan pada ujung bagian bawahnya yang disebut dengan mata kaki dalam.

3)      Tulang betis, terdapat di belakang tulang kering. Pada bagian bawah tulang terdapat mata kaki luar. Tulang betis berfungsi sebagai tempat melekatnya otot kaki.

4)      Tempurung lutut (patella) merupakan bagian dari tungkai.

5)      Tulang pangkal kaki, berjumlah 7 buah. Tulang pangkal kaki ini antara satu dengan lainnya dihubungkan oleh jaringan pengikat yang membentuk suatu susunan. Tulang yang terbesar berguna untuk tulang loncat dan tulang tumit.

6)      Tulang tapak kaki, sebanyak 5 buah membentuk telapak kaki.

7)      Ruas-ruas jari kaki, tersusun dari 14 ruas tulang.

Tulang-tulang kerangka diklasifikasikan sesuai dengan bentuk dan formasinya (Pearce, 1985):

  1. Tulang panjang atau tulang pipa, yaitu setiap tulang terdiri atas bagian batang dan dua bagian ujung. Dijumpai pada tulang anggota gerak.
  2. Tulang pendek, contohnya pada tulang-tulang telapak tangan dan telapak kaki.
  3. Tulang pipih, terdiri atas dua lapisan jaringan tulang keras dengan di tengahnya lapisan tulang seperti spons. Dijumpai pada tulang tengkorak, tulang rusuk, dan tulang belikat.
  4. Tulang tak beraturan, adalah tulang yang tidak dapat dimasukkan dalam salah satu dari ketiga kelas tadi. Contohnya tulang belakang dan tulang wajah.
  5. Tulang sesamoid, termasuk kelompok lain.Contohnya tulang tempurung lutut.

II.    SENDI

Sendi, atau persambungan atau artikulasio adalah istilah yang digunakan untuk menunjuk pertemuan antara dua atau beberapa tulang dari kerangka (Pearce, 1985). Menurut sifat geraknya, sendi dibedakan menjadi 3 macam, yaitu sendi mati, sendi kaku, dan sendi gerak.

 a.      Sendi mati (sinartrosis), yaitu persendian yang tidak dapat digerakkan karena terbentuk dari hubungan antartulang yang erat. Contoh: Persendian pada tulang tengkorak dan gelang panggul.

b.      Sendi kaku (amfiartrosis), yaitu persendian yang memungkinkan terjadinya sedikit gerakan. Contoh: Persendian pada tulang pergelangan tangan dan kaki, persendian antara tulang rusuk dan tulang dada.

c.       Sendi gerak (diartrosis), yaitu persendian yang memungkinkan terjadinya gerakan yang lebih bebas. Pada kedua ujung tulang yang saling berhubungan terbentuk rongga sendi yang berisi minyak sendi (cairan sinovial). Minyak sendi dihasilkan oleh membran sinovial yang melapisi persendian.

Berdasarkan arah geraknya, sendi bergerak dapat dibedakan menjadi 5 macam, yaitu:

a.      Sendi peluru, yaitu persendian yang memungkinkan gerakan ke segala arah. Contoh: Persendian antara tulang paha dengan tulang gelang panggul.

 b.      Sendi engsel, yaitu persendian yang memungkinkan terjadinya gerakan satu arah. Contoh: Persendian pada siku.

c.       Sendi putar, yaitu persendian yang memungkinkan terjadinya gerakan memutar.

d.      Sendi geser (luncur), yaitu persendian yang memungkinkan terjadinya gerakan bergeser. Contoh: Persendian pada tulang-tulang pergelangan tangan dan pada ruas-ruas tulang belakang.

e.       Sendi pelana, yaitu persendian yang memungkinkan terjadinya gerak dua arah atau gerakan seperti orang naik kuda. Contoh: Persendian antara tulang ibu jari dan tulang telapak tangan.

Rangkuman

  1. Tulang-tulang yang menyusun rangka ada 2 jenis, yaitu tulang keras dan tulang rawan.
  2. Tulang keras atau tulang sejati memiliki sifat keras dan lebih banyak mengandung zat kapur. Tulang rawan merupakan tulang yang lunak tersusun atas kolagen protein yang liat dan kenyal serta elastin protein yang lentur.
  3. Tulang-tulang pada manusia membentuk sistem rangka, yang berfungsi antara lain memberi bentuk tubuh, melindungi organ tubuh vital, dan menegakkan tubuh.
  4. Rangka pada manusia terdiri atas 3 bagian, yaitu tengkorak, anggota badan, dan anggota gerak.
  5. Tulang-tulang kerangka diklasifikasikan sesuai dengan bentuk dan formasinya. Terdiri dari tulang panjang (pipa), tulang pendek, tulang pipih, tulang tak beraturan, dan tulang sesamoid.
  6. Pertemuan antara dua atau beberapa tulang dari kerangka disebut sendi (artikulasi).
  7. Menurut sifat geraknya, sendi dibedakan menjadi 3 macam, yaitu sendi mati (sinartrosis), sendi kaku (amfiartrosis), dan sendi gerak (diartrosis).
  8. Berdasarkan arah geraknya, sendi gerak dibedakan atas sendi peluru, sendi pelana, sendi engsel, sendi putar, sendi geser (luncur).

Tes

Jawablah soal di bawah ini dengan memilih jawaban yang paling tepat!

1. Zat makanan yang berfungsi sebagai sumber energi adalah ….

a.   karbohidrat, lemak, dan vitamin

b.   karbohidrat, lemak, dan protein

c.    karbohidrat, protein, dan vitamin

d.   karbohidrat dan mineral

2. Urutan saluran pencernaan manusia yang benar adalah ….

a. mulut, lambung, kerongkongan, usus halus, dan usus besar

b. mulut, kerongkongan, usus halus, usus besar, dan lambung

c. mulut, kerongkongan, lambung, usus besar, dan usus halus

d. mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, dan usus besar

3. Tempat terjadinya pencernaan secara mekanis sekaligus secara kimiawi adalah ….

a. mulut

b. kerongkongan

c. usus besar

d. pankreas

4. Setelah melalui lambung, makanan akan masuk ke dalam ….

a. kerongkongan

b. jejunum

c. duodenum

d. hepar

5. Berikut yang terjadi dalam usus besar saat proses pencernaan makanan adalah ….

a. membunuh kuman-kuman yang masuk dengan makanan

b. penyerapan air dan pembusukkan sisa-sisa makanan

c. pencernaan karbohidrat dan lemak

d. pelarutan vitamin yang larut dalam air

6. Saluran pencernaan yang terdapat enzim lipase adalah ….

a. usus halus

b. usus besar

c. kerongkongan

d. anus

7. Pernyataan berikut ini adalah fungsi lemak bagi tubuh, kecuali ….

a. sumber energi

b. cadangan makanan

c. pembangun enzim

d. pelarut vitamin A, D, E, dan K

8. Di masa pertumbuhan, anak-anak harus banyak makan makanan, terutama yang mengandung ….
a. protein
b. lemak
c. vitamin
d. mineral
9. Enzim ptialin terdapat di ….
a. lambung
b. usus besar
c. air liur
d. kerongkongan
10. Pernyataan berikut adalah tepat mengenai pencernaan mekanis, kecuali ….
a. Melalui gerakan-gerakan seperti mengunyah, menelan, memompa, menghancurkan, dan meremas makanan.
b. Mengubah ukuran makanan menjadi lebih kecil sehingga mudah dicerna.
c. Memompa dan mendorong makanan adalah untuk memindahkan makanan dari saluran cerna satu ke saluran cerna berikutnya.
d. Menggunakan enzim yang dihasilkan oleh organ pencernaan.
11. Penyerapan sari-sari makanan terutama terjadi di ….
a. lambung
b. ileum
c. kolon
d. duodenum
12. Kelenjar ludah utama pada manusia dibedakan atas ….
a. kelenjar salivari, hati, dan pankreas
b. kelenjar salivari, parotis, submandibularis
c. kelenjar parotis dan sublingualis
d. kelenjar parotis, submandibularis, dan sublingualis
13. Empedu dihasilkan oleh kelenjar ….
a. pankreas
b. hati
c. parotis
d. sublingualis
14. Penyakit infeksi pada usus buntu biasa disebut ….
a. konstipasi
b. apendisitis
c. diare
d. parotitis
15. Pada penyakit diare, infeksi bakteri atau protozoa mengakibatkan ….
a. penyerapan air di usus besar terganggu
b. peradangan pada usus buntu
c. sari-sari makanan tidak tercerna
d. pencernaan lemak tidak dapat terjadi

Kunci Jawaban

  1. b
  2. d
  3. a
  4. c
  5. b
  6. a
  7. c
  8. a
  9. c
  10. d
  11. b
  12. d
  13. b
  14. b
  15. a

Umpan Balik

  1. Zat makanan yang berfungsi sebagai sumber energi adalah karbohidrat, lemak, dan protein. Adapun mineral berfungsi sebagai pembentuk struktur tubuh dan vitamin diperlukan untuk kelancaran proses-proses di dalam tubuh.
  2. Urutan saluran pencernaan manusia yang benar adalah dimulai dari rongga mulut, kemudian masuk ke kerongkongan, lalu lambung, usus halus, dan usus besar.
  3. Tempat terjadinya pencernaan secara mekanis sekaligus secara kimiawi adalah pada rongga mulut. Di dalam mulut pencernaan mekanis dilakukan oleh gigi dan pencernaan kimiawi dilakukan oleh enzim.
  4. Setelah melalui lambung, makanan akan masuk ke dalam duodenum atau usus dua belas jari. Karena saluran pencernaan makanan setelah lambung adalah usus halus bagian duodenum.
  5. Di dalam usus besar saat proses pencernaan makanan terjadi penyerapan air dan pembusukkan sisa-sisa makanan. Proses pembusukan ini terjadi karena di dalam usus besar terdapat bakteri pembusuk.
  6. Saluran pencernaan yang terdapat enzim lipase adalah usus halus tepatnya pada duodenum, karena pada bagian duodenum tersebut pankreas mengeluarkan enzim-enzim pencernaannya.
  7. Lemak memiliki banyak fungsi bagi tubuh manusia seperti sumber energi, cadangan makanan, dan pelarut berbagai vitamin. Sehingga, jawaban yang tidak tepat adalah pembangun enzim yang tidak lain adalah fungsi protein.
  8. Di masa pertumbuhan, anak-anak harus banyak makan makanan terutama yang mengandung protein. Oleh karena protein itu memegang peranan penting bagi pertumbuhan dan mengganti sel-sel yang rusak.
  9. Enzim ptialin terdapat di air liur bersama dengan ludah yang mengandung air dan lendir.
  10. Pencernaan mekanis adalah proses pencernaan melalui gerakan-gerakan seperti mengunyah, menelan, memompa, menghancurkan, dan meremas makanan. Mengubah ukuran makanan menjadi lebih kecil sehingga mudah dicerna. Memompa dan mendorong makanan adalah untuk memindahkan makanan dari saluran cerna satu ke saluran cerna berikutnya. Sehingga jawaban yang tepat adalah menggunakan enzim yang dihasilkan oleh organ pencernaan yang merupakan karakteristik dari pencernaan kimiawi.
  11. Penyerapan sari-sari makanan terutama terjadi di usus halus bagian ileum atau usus penyerapan.
  12. Kelenjar ludah utama pada manusia dibedakan atas tiga yaitu; kelenjar parotis, submandibularis, dan sublingualis.
  13. Empedu dihasilkan oleh hati. Pankreas menghasilkan getah pankreas. Adapun parotis dan sublingualis merupakan kelenjar ludah (salivari).
  14. Penyakit infeksi pada usus buntu biasa disebut apendisitis. Adapun konstipasi adalah penyakit sukar buang air besar. Diare merupakan penyakit pada usus bear. Parotitis merupakan penyakit pada kelenjar air liur.
  15. Pada penyakit diare, infeksi bakteri atau protozoa mengakibatkan penyerapan air di usus besar terganggu.

Cocokkan jawaban Anda dengan Kunci Jawaban di atas. Hitunglah jawaban yang benar. Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi dalam Kegiatan Belajar.

Tingkat Penguasaan =  Jumlah jawaban yang benar/Jumlah soal x 100 %

Arti tingkat penguasaan: 90 % – 100 % = baik sekali

80 % – 89 %   = baik

70 % – 79 %   = cukup

< 70 %        = kurang

Apabila mencapai tingkat penguasaan 80 % atau lebih, Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar atau Modul selanjutnya. Bagus! Jika masih di bawah 80 %, Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar ini, terutama bagian yang belum dikuasai.

Daftar Pustaka

Campbell, Neil A., Reece, dan Mitchell. 2004. Biologi Edisi Kelima – Jilid 3. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Kimball, John W., Siti Soetarmi, dan Nawangsari Sugiri. 2005. Biologi Edisi Kelima Jilid 2. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Oswari, E. 1995. Penyakit dan Penanggulangannya. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Pearce, Evelyn C. 1985. Anatomi dan Fisiologi Manusia untuk Paramedis. Jakarta: PT Gramedia.

Wulangi, Kartolo S. 1993. Prinsip-prinsip Fisiologi Hewan. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.