Kegiatan Belajar 2

ORGAN PENCERNAAN MANUSIA

Manusia memerlukan energi untuk melakukan aktivitas. Energi tersebut berasal dari bahan makanan yang dicerna oleh tubuh. Tujuan pencernaan makanan adalah mengubah substansi makanan menjadi suatu bentuk yang ukurannya kecil dan larut dalam air dan menghilangkan kemungkinan adanya sifat anti genik dari substansi makanan, terutama protein (Wulangi, 1993).

Bagian tubuh yang berfungsi mencerna bahan makanan disebut organ pencernaan yang berkumpul dalam satu kesatuan sistem pencernaan. Sistem pencernaan terdiri atas beberapa organ dan saluran pencernaan. Secara umum proses pencernaan adalah terdiri atas dua jenis, yaitu proses mekanis dan proses kimiawi.

1.      Proses Mekanis

Pencernaan secara mekanis dilakukan melalui gerakan-gerakan seperti mengunyah, menelan, memompa, menghancurkan, dan meremas makanan. Fungsi pencernaan mekanis adalah mengubah ukuran makanan menjadi lebih kecil sehingga mudah dicerna. Fungsi proses mekanis lainnya seperti memompa dan mendorong makanan adalah untuk memindahkan makanan dari saluran cerna satu ke saluran cerna berikutnya. Gerakan makanan pada organ pencernaan mulai dari kerongkongan, lambung sampai usus adalah gerak peristaltik. Gerak peristaltik berupa gerak mengkerut untuk mendorong atau memompa makanan dan gerakan mengembang untuk menerima makanan dari posisi saluran sebelumnya.

2.      Proses Kimiawi

Makanan diproses secara kimiawi di dalam sistem pencernaan menggunakan bahan kimia yang dihasilkan oleh saluran cerna yang disebut enzim. Enzim adalah suatu protein yang mempunyai kerja mempercepat terjadinya reaksi kimia. Dengan bantuan enzim, bahan makanan dicerna menjadi bahan lain yang lebih sederhana dan mudah diserap oleh tubuh untuk selanjutnya menjadi sari makanan yang akan diedarkan oleh darah ke seluruh tubuh.

SALURAN PENCERNAAN

1.      Rongga Mulut

Dalam rongga mulut makanan dicampur dengan air liur. Dalam mulut terjadi pencernaan mekanik dengan bantuan gigi dan pencernaan kimiawi dengan bantuan kerja enzim. Lidah mengecap makanan, memanipulasinya selama pengunyahan, dan membantu membentuk makanan menjadi sebuah bola yang disebut bolus. Selama penelanan, lidah mendorong bolus ke bagian belakang rongga mulut dan akhirnya ke dalam faring (Campbell, 2004).

2.      Faring

Faring merupakan persimpangan yang menuju ke esofagus dan trakea (batang tenggorokan). Ketika menelan, bagian atas trakea akan bergerak ke atas sehingga lubang pembukaannya terbuka, glotis, tertutup oleh penutup dari tulang rawan, yaitu epiglotis. Pergerakan ini dapat dilihat dalam naik turunnya jakun selama penelanan. Mekanisme ini akan menjamin bolus dipandu ke dalam jalan masuk esofagus (Campbell, 2004).

3.      Kerongkongan

Kerongkongan atau esofagus, mengalirkan makanan dari faring turun ke lambung. Peristaltis akan mendorong bolus sepanjang esofagus yang yang sempit. Amilase ludah terus menghidrolisis pati dan glikogen sementara bolus makanan lewat melalui esofagus (Campbell, 2004).

 4.      Lambung

Setelah melalui esofagus, makanan masuk ke dalam lambung. Lambung merupakan sebuah kantong besar yang terletak pada sisi kiri rongga abdomen, persis di bawah diafragma. Epitelium yang melapisi ceruk-ceruk dalam pada dinding lambung mensekresikan getah pencernaan, cairan pencernaan yang bercampur dengan makanan. Dengan konsentrasi asam klorida yang tinggi, getah lambung mempunyai pH sekitar 2 – cukup asam untuk melarutkan paku besi. Yang juga ditemukan dalam getah lambung adalah pepsin, enzim yang memulai hidrolisis protein (Campbell, 2004).

5.      Usus halus

Usus halus merupakan saluran pencernaan makanan yang paling panjang (lebih dari 6 m). Usus halus adalah organ di mana sebagian besar hidrolisis enzimatik makromolekul terjadi (Campbell, 2004). Usus halus terdiri dari usus dua belas jari (duodenum), usus kosong (jejunum), dan usus penyerapan (ileum).

6.      Usus besar

Usus besar atau kolon, berhubungan dengan usus halus pada suatu persambungan berbentuk T, di mana sebuah sfingter (katup berotot) mengontrol pergerakan materi makanan (Campbell, 2004). Bahan makanan yang sampai pada usus besar dapat dikatakan sebagai bahan sisa yang terdiri dari sejumlah besar air dan bahan makanan yang tidak dapat tercerna, misalnya selulosa. Fungsi utama usus besar adalah mengatur penyerapan air.

Sejumlah besar air dikeluarkan ke dalam lambung dan usus oleh aneka ragam kelenjar pencernaan. Hal ini harus ditarik kembali, bila individu tidak ingin menderita dehidrasi dan haus. Feses dari usus besar melalui tabung bentuk –S masuk ke dalam rektum. Feses berada di rektum sampai kedua sfingter yang mengawasi anus kendor dan gelombang peristaltik yang keras dalam proses defekasi (Kimball, 2005).

 

KELENJAR PENCERNAAN

Beberapa kelenjar atau kelompok kelenjar menuangkan cairan pencerna penting ke dalam saluran pencernaan (Pearce, 1985):

  1. Kelenjar ludah (kelenjar salivari) dengan saluran yang masuk ke dalam mulut. Kelenjar ludah yang utama ialah kelenjar parotis, submandibularis, dan sublingualis.
  2. Kelenjar ludah perut atau pankreas dan hati (hepar).

1.      Hati

Hati melakukan berbagai fungsi penting dalam tubuh, termasuk produksi empedu. Empedu merupakan cairan yang berfungsi untuk menghancurkan partikel-partikel lemak. Empedu juga mengandung pigmen yang merupakan hasil sampingan perusakan sel darah merah dalam hati; pigmen ini dikeluarkan bersama dengan feses (Campbell, 2004). Pigmen empedu yang merupakan hasil pemindahan oleh hati dari sel-sel darah merah yang tua. Warna kecoklatan pigmen ini memberi warna coklat yang khas dari feses (Kimball, 2005).

2.      Pankreas

Pankreas adalah kelenjar lonjong berwarna keputihan terletak dalam simpul yang terbentuk dari duodenum dan permukaan bawah lambung.  Sel kelenjar dalam pankreas menghasilkan getah pankreas yang kemudian akan melalui saluran pankreatik masuk ke dalam duodenum. Getah pankreas mengandung zat-zat seperti berikut (Kimball, 2005):

  1. Natrium bikarbonat (NaHCO3); menetralkan keasaman isi usus.
  2. Amilase; menghidrolisis pati menjadi suatu campuran maltosa dan glukosa.
  3. Lipase; menghidrolisis lemak menjadi campuran asam lemak dan monogliserida.
  4. Protease; tripsin dan kimotripsin; melanjutkan pencernaan protein.
  5. Karboksipeptidase; membantu hidrolisis peptida menjadi asam amino.
  6. Nuklease; menghidrolisis asam nukleat menjadi komponen nukleotida.

Rangkuman

  1. Secara umum proses pencernaan adalah terdiri atas dua jenis, yaitu proses mekanis dan proses kimiawi. Pencernaan mekanis berfungsi mengubah ukuran makanan menjadi lebih kecil sehingga mudah dicerna, selain itu memompa dan mendorong makanan adalah untuk memindahkan makanan dari saluran cerna satu ke saluran cerna berikutnya. Pencernaan kimiawi di dalam sistem pencernaan menggunakan bahan kimia yang dihasilkan oleh saluran cerna yang disebut enzim.
  2. Organ penyusun sistem pencernaan terdiri dari saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Saluran pencernaan manusia dimulai dari rongga mulut, faring, kerongkongan, lambung, usus halus, dan usus besar. Kelenjar pencernaan terdiri dari kelenjar ludah dan kelenjar ludah perut (hati dan pankreas).