Kegiatan Belajar 2

OTOT

Otot memegang peranan penting di dalam sistem gerak. Fungsi otot adalah untuk menggerakkan bagian-bagian tubuh. Oleh karena itu, otot disebut sebagai alat gerak aktif. Otot berupa jaringan yang bersifat elastis, terdiri atas sel-sel yang disebut serabut otot. Lebih dari 600 otot tubuh merupakan 40 % dari bobot tubuh kita. Berdasarkan atas sel-sel penyusunnya, otot dibagi menjadi 3 macam, yaitu:

a.      Otot lurik

Otot lurik (striated muscle) atau disebut juga otot rangka pertanggung jawab atas pergerakan tubuh secara sadar. Disebut otot lurik karena pengaturan filamennya yang tumpang-tindih sehingga memberikan sel-sel itu terlihat berlurik atau bergaris di bawah mikroskop (Campbell, 2004). Otot lurik melekat pada rangka sehingga ada yang menyebutnya otot rangka, misalnya otot lengan, otot paha, otot perut, dan sebagainya.

Serabut otot lurik berkelompok menjadi satu membentuk fasikulus, masing-masing fasikulus ini diselubungi oleh jaringan ikat yang disebut perimisium. Jaringan ikat yang menyelubungi serabut otot lurik disebut endomisium, sedangkan otot lurik diselubungi oleh suatu lapisan yang disebut epimisium (Wulangi, 1993).

b.      Otot polos

Otot polos (smooth muscle), dinamai demikian karena otot ini tidak memiliki penampangan yang berlurik. Sel-selnya berbentuk gelendong dan tersusun dalam lembaran. Setiap serabut otot polos adalah sel tunggal dengan satu nukleus (Kimball, 2005). Otot ini berkontraksi lebih lambat dibandingkan dengan otot rangka, tetapi dapat berkontraksi dalam jangka waktu yang lebih lama. Otot polos ditemukan pada dinding saluran pencernaan, kandung kemih, arteri, dan organ internal lainnya. Otot polos bertanggung jawab atas aktivitas tubuh tidak sadar, seperti gerakan lambung dan penyempitan arteri (Campbell, 2004).

c.       Otot jantung

Otot jantung (cardiac muscle) membentuk dinding kontraktil jantung. Otot ini tampak bergaris seperti otot lurik (Campbell, 2004). Gerakannya adalah secara tidak sadar. Otot jantung bekerja secara teratur, tidak cepat lelah, dan tidak mengikuti kehendak kita. Otot jantung, berbeda dengan otot lurik, mempunyai periode refraktori yang lebih lama daripada periode relaksasi. Karena itu tidak mungkin ada tetanus (Kimball, 2005).

Ada 4 sifat jaringan otot, yaitu (Wulangi 1993):

  1. Kemampuan menegang
  2. Kemampuan memanjang
  3. Elastisitas (kekekanyalan)
  4. Iritabilitas (kepekaan terhadap rangsangan)

 

Rangkuman

  1. Fungsi otot adalah sebagai alat gerak aktif atau menggerakkan alat-alat tubuh.
  2. Berdasarkan atas sel-sel penyusunnya otot dibedakan atas otot rangka (otot lurik), otot polos, dan otot jantung.