MODUL SMP/MTs KELAS VIII

SISTEM PEREDARAN DARAH

Petunjuk Penggunaan

Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Terpadu merupakan salah satu mata pelajaran wajib dalam kurikulum SMP/MTs sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Mata pelajaran ini sebenarnya terdiri dari Mata Pelajaran Biologi, Fisika, dan Kimia yang dijadikan satu menjadi IPA Terpadu. IPA Terpadu diajarkan pada SMP/MTs kelas VII, VIII, dan IX yang bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa-siswi bagaimana proses-proses dan kejadian yang terdapat di alam sekitar. Melalui mata pelajaran ini siswa-siswi akan mendapat kesempatan untuk mengkaji berbagai teori, proses, dan peristiwa yang terjadi di alam termasuk dalam diri manusia sendiri.

Agar tujuan pembelajaran yang telah ditentukan dapat dikuasai oleh para siswa, sebaiknya siswa-siswi diminta mempelajari modul secara berurutan, dimulai dengan modul pertama, kemudian modul kedua, dan seterusnya. Mintalah para siswa untuk mempelajari modul secara lengkap mulai dari penyajian kemudian dilanjutkan dengan mengerjakan tes formatif untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran dan penguasaan siswa-siswi terhadap materi yang disajikan dalam modul. Mintalah para siswa untuk membuat catatan-catatan kecil bila menemukan materi yang belum jelas untuk kemudian ditanyakan kepada guru pada kesempatan tatap muka. Dengan demikian siswa-siswi dapat menguasai modul ini dengan lebih baik lagi. SELAMAT BELAJAR.

Standar Kompetensi (SK)

Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia.

Kompetensi Dasar (KD)

Mendeskripsikan sistem peredaran darah pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan.

Tujuan Pembelajaran

Tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada kegiatan belajar ini adalah sebagai berikut:

  1. Siswa dapat mendeskipsikan macam organ penyusun sistem peredaran darah pada manusia.
  2. Siswa dapat menjelaskan fungsi jantung, pembuluh darah, dan darah dalam sistem peredaran darah.
  3. Siswa dapat menjelaskan mekanisme peredaran darah pada manusia.
  4. Siswa dapat menjelaskan sistem penggolongan darah AB0.
  5. Siswa dapat mendata contoh kelainan dan penyakit pada sistem peredaran darah yang biasa dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.

 

Kegiatan Belajar 1

PEREDARAN DARAH MANUSIA

 

          Sistem peredaran darah manusia berupa sistem peredaran darah tertutup dan peredaran darah ganda. Sistem peredaran darah berfungsi untuk :

  1. Menyuplai oksigen dan sari makanan yang diabsorbsi dari sistem pencernaan ke seluruh jaringan tubuh.
  2. Membawa gas sisa berupa karbon dioksida ke paru-paru.
  3. Mengembalikan sisa metabolisme ke ginjal untuk diekskresikan.
  4. Menjaga suhu tubuh.
  5. Mendistribusikan hormon-hormon untuk mengatur fungsi sel-sel tubuh.

 

KOMPONEN SISTEM PEREDARAN DARAH MANUSIA

1.      Darah

Darah merupakan cairan tubuh yang terdapat dalam jantung dan pembuluh darah (Wulangi, 1993). Pada vertebrata, darah adalah jaringan terspesialisasi yang mencakup cairan kekuningan disebut plasma darah yang di dalamnya terkandung sel-sel darah. Sel-sel darah terdiri dari sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit) dan keping darah (trombosit). Komposisi plasma dalam darah sekitar 55%, sedangkan sel-sel darah dan trombosit sekitar 45%.

Darah mempunyai peranan sebagai berikut (Wulangi, 1993):

  1. Merupakan alat pengangkut bermacam-macam substansi, yang menyangkut respirasi, nutrisi, ekskresi, dan pengaturan hormon.
  2. Mengatur keseimbangan cairan antara darah dengan cairan jaringan.
  3. Mengatur keseimbangan pH darah.
  4. Mencegah pendarahan.
  5. Merupakan alat pertahanan tubuh.
  6. Mengatur suhu tubuh.

Bagian-bagian darah terdiri dari bagian cair berupa plasma darah dan bagian yang padat berupa sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit) dan keeping darah (trombosit).

a. Plasma darah

Plasma darah terdiri atas air (di dalamnya terlarut: sari makanan, garam mineral, hormon, enzim, protein, sisa metabolit), garam mineral (NaCl, KCl, garam pospat, dll) serta protein plasma (globulin, fibrinogen, albumin, antibodi, antitoksin, opisimin).

b.  Sel-sel darah

1)      Sel darah merah (Eritrosit)

Eritrosit memiliki jumlah rata-rata dalam tubuh sekitar 5-6 juta; berbentuk bulat, bikonkaf, dan tidak berinti, berukuran 7.5-7.7 μ ; tempat pembentukan pada endotelium sumsum tulang serta berfungsi mentranspor oksigendan karbon dioksida.

Warna eritrosit terhantung pada hemoglobin. Fungsi hemoglobin adalah membantu eritrosit mengikat oksigen. Jika eritrosit mengikat oksigen maka eritrosit akan berwarna merah. Jika oksigen telah dilepasakan, maka warnanya menjadi merah kebiruan.

2)      Sel darah putih (Leukosit)

Leukosit berukuran lebih besar daripada eritrosit. Bentuknya tidak tetap (ameboid). Besarnya bervariasi 8-15 μ, jumlahnya 6.000-11.000 tiap mm3 serta memiliki inti sel. Pembagian leukosit berdasarkan ada-tidak adanya granul/partikel terdiri dari:

  • Granulosit: Neutrofil (memfagosit atau memakan bakteri), eosinofil/asidofil (membunuh cacing parasit, menghancurkan kompleks antigen-antibodi, mencegah alergi),  dan basofil (melepas zat pencegah alergi, mengandung heparin (zat anti koagulan)
  • Agranulosit: Limfosit (mengaktifkan sistem kekebalan), dan monosit (fagositosis, berkembang menjadi makrofag)

3)      Keping-keping darah (Trombosit)

  • Berkoloni setiap keluar dari pembuluh darah atau ada luka
  • Jumlah 150000 – 400000 sel/dL
  • Membantu dalam proses pembekuan darah atau koagulasi

2.   Jantung

Jantung berada di dalam toraks, antara kedua paru-paru dan di belakang sternum, dan lebih menghadap ke kiri daripada ke kanan (Pearce, 1985). Dinding jantung terdiri dari 3 lapisan,  yaitu perikardium (lapisan terluar), miokardium (merupakan otot jantung), dan endokardium (lapisan terdalam dari dinding jantung dan merupakan bagian yang melapisi ruang jantung) (Wulangi, 1993).

Ruang jantung terdiri dari 4 ruang, yaitu atrium (serambi) kiri, atrium kanan, ventrikel (bilik) kiri, dan ventrikel kanan. Antara atrium kiri dengan kanan dan juga antara ventrikel kiri dan kanan terdapat dinding pemisah atau sekat (septum). Antara serambi kiri dengan bilik kiri terdapat katup yang disebut katup kelopak dua (bikuspid), sedangkan katup yang memisahkan serambi kanan dan bilik kanan disebut katup kelopak tiga (trikuspid). Antara bilik kiri dengan aorta juga terdapat katup semilunar aorta, sedangkan katup yang memisahkan bilik kanan dengan pembuluh nadi paru-paru disebut katup semilunar paru-paru (Wulangi, 1993).

3.   Pembuluh Darah

Macam-macam pembuluh darah:

a.  Arteri (pembuluh nadi), yaitu pembuluh darah yang membawa darah keluar dari jantung  yang terdiri dari:

1)      Arteri pulmonalis: Pembuluh nadi yang membawa darah yang kaya akan CO2 dari ventrikel kanan menuju paru-paru.

2)      Aorta: Pembuluh darah besar yang membawa darah yang kaya O2 dari ventrikel kiri menuju seluruh tubuh. Percabangan dari aorta adalah arteri, sedangkan arteriola adalah pembuluh nadi yang berhubungan dengan kapiler. Pada pangkal batang nadi terdapat klep berbentuk bulan sabit (katup semilunaris) yang berfungsi untuk menjaga aliran darah agar tetap searah.

b.  Vena (pembuluh balik), yaitu pembuluh darah yang membawa darah menuju ke jantung yang terdiri dari:

1)      Vena pulmonalis: Pembuluh darah yang membawa darah yang kaya O2 dari paru-paru menuju ke atrium kiri jantung.

2)      Vena kava inferior: Pembuluh darah yang membawa darah yang kaya CO2 dari bagian bawah tubuh menuju ventrikel kanan jantung.

3)      Vena kava superior: Pembuluh darah yang membawa darah yang kaya CO2 dari bagian atas tubuh menuju ventrikel kanan jantung.

c.  Pembuluh kapiler, yaitu pembuluh darah halus yang menghubungkan arteriola dengan venula. Di kapiler terjadi pertukaran O2 dari darah dengan CO2 dari jaringan. Selain itu, kapiler berfungsi untuk pertukaran cairan, makanan, hormon, dan bahan lainnya di antara plasma darah dan cairan jaringan.

Rangkuman

  1. Sistem peredaran darah manusia terdiri atas darah, jantung, dan pembuluh darah.
  2. Darah terdiri atas plasma darah dan sel-sel darah. Sel-sel darah dapat dibedakan menjadi sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan keping darah (trombosit).
  3. Jantung berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh. Dinding jantung terdiri atas tiga lapis yaitu; perikardium, miokardium, dan endikardium. Jantung pada manusia terdiri atas empat ruang yang terdiri dari dua atrium dan dua ventrikel.
  4. Pembuluh darah pada manusia secara umum dibedakan atas tiga, yaitu arteri, vena, dan kapiler.