Kegiatan Belajar 3

GOLONGAN DARAH

 

Dalam tubuh manusia terdapat 3 golongan darah utama, yaitu golongan darah AB0, golongan darah Rhesus (Rh), dan golongan darah MN (Kartolo, 1993). Salah satu sistem penggolongan darah yang banyak digunakan adalah sistem AB0. Ditinjau dari golongan ini, manusia dikelompokkan menjadi 4 golongan. Karl Landsteiner (1968–1947) adalah seorang ahli dari Austria yang menemukan cara penggolongan darah dengan sistem AB0 ini.

Penggolongan darah ini didasarkan pada kandungan aglutinogen dan aglutinin. Aglutinogen merupakan protein dalam sel darah merah yang dapat digumpalkan oleh aglutinin. Ada dua jenis aglutinogen pada darah yaitu aglutinogen A dan aglutinogen B. Aglutinin merupakan protein di dalam plasma darah yang menggumpalkan aglutinogen. Aglutinin berfungsi sebagai zat antibodi. Terdapat dua macam aglutinin yaitu aglutinin α (alfa) dan aglutinin β (beta).  Aglutinin α disebut juga serum anti A yang akan menggumpalkan aglutinogen A. Sedangkan aglutinin  β disebut juga serum anti B yang akan menggumpalkan aglutinogen B. Berdasarkan keberadaan antigen dan antibodinya,  terdapat 4 macam golongan darah. Perhatikan Tabel berikut ini.

 

Golongan darah sangat penting untuk transfusi darah. Jika seseorang mendapatkan transfusi darah yang golongan darahnya berbeda hal ini bisa menimbulkan bahaya. Sebab hal tersebut dapat menyebabkan terjadinya pembekuan atau penggumpalan darah. Golongan darah AB merupakan golongan darah yang dapat menerima transfusi dari golongan darah lain. Oleh karena itu, golongan darah AB disebut dengan resipien universal (penerima). Sebaliknya golongan darah 0 dapat menjadi donor (pemberi) untuk semua golongan darah atau golongan darah 0 disebut sebagai donor universal. Untuk lebih jelasnya perhatikan tabel berikut.

 

Dari tabel di atas nampak bahwa darah 0 dapat mendonorkan darah kepada semua golongan darah karena golongan darah 0 tidak mempunyai antigen yang dapat digumpalkan. Sebaliknya golongan darah AB dapat menerima semua golongan darah karena tidak mempunyai zat anti baik anti-A maupun anti-B. Meskipun demikian, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, sebaiknya golongan darah pendonor sama dengan golongan darah penerima.

 

Rangkuman

  1. Terdapat beberapa macam penggolongan darah pada manusia, antara lain; penggolongan darah AB0, golongan darah Rhesus (Rh), dan golongan darah MN. Penggolongan darah yang banyak digunakan adalah sistem AB0.
  2. Berdasarkan penggolongan AB0 yang ditemukan oleh Karl Landsteiner, darah manusia dibedakan menjadi darah A, B, AB, dan 0.
  3. Penggolongan darah AB0 berdasarkan pada kandungan aglutinogen dan aglutinin.
  4. Golongan darah A memiliki aglutinogen A dan aglutinin β. Golongan darah B memiliki aglutinogen B dan aglutinin α. Golongan darah AB hanya memiliki aglutinogen A dan B, sedangkan golongan darah 0 hanya memiliki aglutinin α dan β.
  5. Golongan darah penting diketahui untuk transfusi darah.